PENGARUH DISIPLIN DAN LOYALITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah dengan menciptakan displin kerja yang baik dan dengan pemberian motivasi yang tepat. Displin kerja yang dimaksud seperti tersedianya perlengkapan dan fasilitas yang memadai, suasana kerja yang menyenangkan akan dapat memberikan kinerja yang lebih efektif dan efisien dalam penyelesaian pekerjaannnya.

Organisasi pemerintahan sebagai organisasi publik hadir untuk menata aktivitas yang berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan pegawai.  Sebagai organisasi sosial, aspek pelayanan menjadi aktivitas utama organisasi, sehingga kepuasan pegawai dan kepuasan masyarakat menjadi indikator kinerja pegawai maupun kinerja organisasi tersebut. Untuk mengelola orang (manajemen sumber daya manusia) diperlukan keahlian tersendiri, karena orang yang diatur dan yang mengatur memiliki pendapat, ide, pengalaman, kematangan jiwa, kemauan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai masalah yang harus dipecahkan.

Birokrasi merupakan instrumen penting dalam masyarakat yang kehadirannya tak mungkin terelakkan dengan konsekuensi logis  misi suci  yaitu untuk mensejahterakan rakyatnya.  Berkenaan dengan upaya pelayanan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat, birokrasi  publik memberikan andil yang relatif besar.  Aparatur pemerintah dalam birokrasi publik di Indonesia bekerja atas dasar wewenang yang sudah ditentukan.  Untuk itu ada tiga elemen pokok  yang mendasari pengaturan wewenang tersebut, antara lain : 1) kegiatan-kegiatan yang bersifat rutin tiap-tiap satuan organisasi ditetapkan sebagai tugas-tugas resmi, 2) tugas-tugas  ini relatif stabil artinya tidak mengalami perubahan-perubahan yang berarti  dan wewenang untuk melaksanakan itu sepenuhnya terikat pada aturan yang berlaku, dan 3) ada keteraturan baik dalam mekanisme maupun prosedur, cara-cara yang sudah baku untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan tugas-tugas oleh (dan hanya oleh) pegawai-pegawai  yang memenuhi kualitas menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku.  Untuk  mencapai tujuan yang mulia dari birokrasi, diperlukan kiranya aparatur pemerintah yang handal dan cekatan dalam menangkap kebutuhan jaman yang semakin kompleks dewasa ini. Aparatur pemerintah yang mempunyai kejujuran, bisa menjadi suri tauladan   bagi publik, memiliki kapasitas intelektual, keterampilan, penguasaan teknologi,dan lain-lain. Sejumlah tuntutan kemampuan tersebut    merupakan kebutuhan dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur pemerintah dalam birokrasi publik di Indonesia.

Dalam menghadapi globalisasi maka pemerintah harus segera berbenah diri dalam berbagai aspek terutama aspek sumber daya aparaturnya, karena pada fase akan ada 2 permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia (Utomo, 1998:28) yaitu : Pertama, kita menghadapi keadaan situasi, tuntutan dan tantangan dalam rangka menghadapi perubahan, perkembangan, kompetisi, sarat nilai, mobilitas dan pencarian jalan pintas. Kedua, kemajemukan secara geografis dan kemasyarakatan menuntut diperlakukan daerah-daerah tersebut sesuai dengan keberadaannya dan peningkatan kemandiriannya. Dan ini berarti bahwa kebijaksanaan atau peraturan tidak harus berorientasi ke pusat. Akibat adanya perkembangan teknologi dan otomatisasi pekerjaan terjadilah pergeseran pada bidang personalia yang pada akhirnya mengarah pada aspek yang bersifat sasaran dan kebijaksanaan yang dikenal dengan personalia anggota baru yang tidak lagi terpaku pada peraturan dan prosedur, tetapi mempunyai wewenang dalam merumuskan kebijakan organisasi, dengan adanya pergeseran tersebut maka timbul istilah Human Resources Management.

Pemerintah memiliki peran untuk melaksanakan fungsi pelayanan dan pengaturan warga Negara. Untuk mengimplementasikan fungsi tersebut, pemerintah melakukan aktifitas pelayanan, pengaturan, pembinaan koordinasi dan pembangunan dalam berbagai bidang. Layanan itu sendiri disediakan pada berbagai lembaga atau instirusi pemerintah dengan aparat  sebagai pemberi layanan secara langsug kepada masyarakat. Anatara pemerintah dengan masyarakat terdapat suatu hubungan, dimana ada masyarakat disana pula pemerintah diperlukan. Hubungan ini lebih didasarkan pada suatu interaksi antara yang menyediakan atau member produk dengan yang membutuhkan atau menerima produk. Pemerintah adalah semua badan memproduksi, mendisitribusi atau menjual alat pemenuhan kebutuhan rakyat berbentuk jasa public dan layanan civil, sedangkan masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan, menerima dan menggunakan produk dari pemerintah, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Layanan public berfungsi mendukung jasa public yang merupakan produk yang menyangkut kebutuhan hidup orang banyak atau kepentingan umum seperti air minum, listrik, jalan raya, telepon, dimana proses produksinya disebut pelayanan public. Layanan public diproduksi dan diperjual belikan dibawah control pemerintah, sedangkan layanan civil adalah hak, kebutuhan dasar dan tuntutan setiap orang, lepas dari suatu kewajiban. Layanan civil tidak diperjualbelikan, penyediaannnya dimonopoli dan merupakan kewajiban pemerintah dan tidak boleh di privatisasikan. Di bidang pemerintahan, masalah disiplin tidaklah kalah penting, peranannya lebih besar karena menyangkut kepentingan umum, bahkan menjadi kepentingan rakyat secara keseluruhan. Manajemen kedisiplinan yang diselenggarakan oleh pemerintah semakin terasa dengan adanya kesadaran bernegara dan bermasyarakat, maka kehadiran pegawai dalam manajemen kedisiplinannya telah meningkat kedudukannya dimata masyarakat menjadi suatu hak, yaitu hak atas pelayanan. Perhatian terhadap eksistensi kedisiplinannya semakin berkembang pula seiring dengan munculnya berbagai masalah dalam pelayanan pemerintah kepada rakyat, seperti pembuatan surat ijin usaha, surat ijin membangun. Informasi yang ditemukan secara langsung dan melalui berbagai media massa (cetak dan elektronik) seringkali mengungkapkan berbagai kelemahan pelayanan pemerintah yang diakibatkankan kurangnya disiplin pegawai mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan tersebut. Pelayanan yang mahal, kaku dan berbelit-belit, sikap dan tindakan aparat, pelayanan yang suka menuntut imbalan, kurang ramah, arogan dan lambat serta fasilitas pelayanan yang kurang memuaskan dan sebagainya adalah merupakan fenomena-fenomena yang kerapkali mewarnai proses hubungan antara pemerintah dengan masyarakat berkaitan dengan proses pelayanan. Hal ini member isyarat bahwa kajian dan analisis masalah pelayanan masyarakat merupakan salah satu fenomena penting, relevan dan actual untuk diteliti. Hal ini terjadi disebabkan karena salah satu faktor ketidakdisiplinan pegawai dalam mengurus administrasi pelayanan masyarakat yang menyebabkan lemahnya sistem pelayaan pada kantor Distrik Jayapura Utara. Kehidupan masyarakat yang semakin kompleks menuntut adanya suatu pelayanan yang semakin berkualitas, dimana dalam hal ini pemerintah sebagai provider, atau ,penyedia harus lebih intensif didalam memperhatikan pelayanan tersebut. Karena diberbagai kesempatan pemerintah senantiasa menjanjikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat, namun dalam kenyataannya belum dilaksanakanns secara optimal. Berdasarkan pada pengalaman masa lalu, bahwa upaya peningkatan kualitas pelayanan dalam prosesnya selalu dimuai dengan langkah-langkah yang bersifat mikro dan teknis, seperti perbaikan prosedur, fasilitas, struktur, sampaai pada kebijakan bersifat makro dan politik, seperti kebijakan otonomi daerah yang luas dan bertanggung jawab melalui Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan undang-undang nomor 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Pendekatan lain yang sering dilupakan dalam upaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat adalah pendekatan dilihat dari aspek manusia (human approach). Salah satu factor utamanya adalah faktor kedisiplinan manusia dalam melakukan pekerjaannya. Beranjak dari pemikiran tersebut dan didasarkan pada pengamatan awal dilapangan, bahwa kinerja aparatur pemerintah turut berperan dalam pelayanan publik di kota Jayapura, khususnya di kantor Distrik Jayapura Utara. Hal ini terindikasi banyaknya keluhan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh aparatur kepada mereka, antara lain adalah aparat yang susah ditemui pada saat berurusan, informasi yang diberikan kepada masyarakat kurang jelas, sehingga menyulitkan bagi mereka yang berurusan. Dari fenomena tersebut penulis tertarik untuk meneliti dan menganalisis lebih lanjut pengaruh kedisiplinan aparatur terhadap layanan public. Untuk itu  judul yang telah ditetapkan dalam penelitian ini adalah Pengaruh Disiplin Dan Loyalitas Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Distrik Jayapura Utara.

  1. A.       Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, yang menjadi perumusan dalam masalah ini adalah:

  1. Bagaimana pengaruh Disiplin dan Loyalitas Kerja baik secara simultan maupun parsial terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Distrik Jayapura Utara kota Jayapura?
  2. Faktor manakah yang dominan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Distrik Jayapura Utara kota Jayapura?
  3. B.        Tujuan Penelitian

Dengan diadakannya penulisan ini, diharapkan dapat mencapai tujuan baik secara internal, maupun eksternal. Adapun  tujuannya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan loyalitas kerja pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai pada kantor Distrik Jayapura Utara kota Jayapura.
  2. Untuk mengetahui faktor mana yang dominan berpengaruh baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja pegawai pada Kantor Distrik Jayapura Utara.
  3. C.       Manfaat penelitian

Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah :

  1. Menjadi sumber informasi aktual khususnya dalam usaha peningkatan kinerja pegawai dalam pelayanan masyarakat, Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pegawai pemerintah (Kantor Distrik Jayapura Utara) untuk meningkatkan kesadaran diri dalam pelayanan sesuai dengan fungsinya.
  2. Sebagai masukan buat peneliti agar dapat menambah ilmu pengetahuan dari hasil penelitian tentang pentingnya kedisiplinan dan loyalitas pegawai terhadap kinerja pegawai pada kantor Distrik Jayapura Utara kota Jayapura.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s